Untitled
Drum Article: Bass Drum Technique

Salah satu Hal yang paling kentara membedakan Drums dengan instrumen musikal lain adalah gerakan kedua kaki yang sangat aktif, baik untuk memainkan bass drum (baik single maupun double) & open closed hi-hat. Belum lagi kalau misalnya ditambah jimblock, cowbell, remote pedals, dll. Memainkan Bass Drum adalah salah satu instrumen terpenting dalam kegiatan drumming. Kalau Snare, Toms, Cymbals, kebanyakan dimainkan dengan cara dipukul, maka bass drum menggunakan “perantara” bernama Pedal yg diinjak sehingga kemudian bagian “Beater”-nya akan memukul bass drum tersebut. Nah cara menginjak pedal umumnya dilakukan dengan 2 cara. Yang pertama disebut “Heel Down” & yang berikutnya “Heel Up”. 
Heel Down adalah teknik dimana posisi telapak kaki diletakkan mendatar pada pedal drum. Lalu dengan gerakan otot engkel mata kaki maka bagian depan telapak akan mengangkat & menginjak pedal. 
Heel Up sebaliknya hanya meletakkan bagian depan (daerah ruas jari) kaki di pedal. Atau lazim disebut “menjinjit”. 
Heel Up Dilakukan dengan gerakan seperti menginjak. Heel up seringkali lebih direkomendasikan karena power yg dihasilkan biasanya lebih besar. Hal ini dikarenakan otot yg digunakan juga lebih besar & kuat yaitu otot paha & betis. Kedua teknik tersebut bisa digunakan secara bergantian. Kombinasikan saja sesuai kebutuhan. 
Jangan lupa Penggunaan teknik Erat berhubungan dengan kebiasaan & juga kenyamanan si Drummer. 

Selamat berlatih & bereksplorasi :) 

Salam Drummer, 
Andre “Tex” Jonathan 
@tex_jonathan @forthboxx

Drum Article: Rudiment - Paradiddle

Kita lanjutkan pembahasan rudiment dengan Paradiddle. Saya suka menyebutnya “Single-Double Combination”. Ini dikarenakan pattern yg digunakan adalah gabungan dari Single stroke & Double Stroke. RL (single) LL (Double) LR (Single) LL (Double). RLRR LRLL RLRR LRLL. Teknik Paradiddle kerap dimainkan pada musik2 Funk & Fusion. Lebih dari sekedar sticking tapi paradiddle bisa diaplikasikan menjadi beat yang asikk. Examples: Coba Maenkan not 1/16 Paradiddle, posisi tangan kanan di hi-hat, tangan kiri di snare. Berikan aksen cuma di 2 & 4, sementara Bass drum mengisi di 1 & 3. Mainkan not yang tidak diaksen sehalus mungkin, baik yang jatuh di hi-hat maupun snare !!! Atau letakkan tangan kanan di Ride cymbal, tangan kiri di ride. Lalu mainkan pola not 1/16 sambil sesekali tangan memberi aksen pada toms. Dengan menguasai paradiddle, bisa diibaratkan permainan kita akan naik 1 level ke tingkat yang lebih tinggi & memungkinkan kita untuk bereksplorasi lebih jauh lagi pada musik kita. Selamat Berlatih & Berkarya, Salam Drummer, Andre “Tex” Jonathan @tex_jonathan, @forthboxx

Drum Article: Rudiment - Double Stroke

Setelah membahas Single Stroke, maka kali ini kita akan membahas Double Stroke. Suatu rudiment yang bila diaplikasikan di drumset secara tepat bisa terdengar sangat ajaib, Ilusif & sekaligus musikal. Banyak drummer berpikir bahwa mereka sudah “memahami” double stroke roll sehingga mereka tidak melatihnya secara khusus. Sayangnya seringkali “hasil tidak latihan” ini terdengar tidak sebagus seharusnya. Terdengar tidak Clean & seolah2 hanya “memantulkan” stick secara asal2an & terburu2 saja. 
Pattern Double Stroke sendiri adalah RR LL RR LL RR LL RR LL. 
(Note: R = Right = Kanan; L = Left = Kiri) 
Latihlah Double Stroke sampai suara yg dihasilkan kedua tangan terdengar sama jernih & sama kuat. Pastikan tangan kiri memukul dalam tempo, movement & power yg sama dengan tangan kanan. Balance. Benar2 “Stroke atau memukul” bukan sekedar “Bounce 
atau Memantulkan”. 
Walaupun ada teknik yang menggunakan bounce, tapi x ini kita akan membahas “Stroking” :) 
Kombinasikan juga dengan Single Stroke, misalnya dalam 1 bar Single Stroke dimainkan dengan not 1/8, maka bar berikutnya mainkan Double Stroke dengan not 1/16. Single Stroke not 1/16, maka Double Stroke not 1/32. Aplikasikan pada Hi-hat, Snare & Toms untuk mendapatkan Eksplorasi sound yang menarik. Tambahkan juga aksentuasi seperti misalnya: 

>  >  >   > >   >  >   > 
RR LL RR LL RR LL RR LL 

Latihlah secara bertahap, gunakan metronome & jangan terburu meningkatkan Kecepatan. 

Selamat berlatih & bereksplorasi :) 

Salam Drummer, 
Andre “Tex” Jonathan 
@tex_jonathan @forthboxx

Drum Article: Rudiment - Single Stroke

Setiap Drummer berurusan dengan Rudiment. Entah sadar atau tidak. Rudiment adalah Pola Dasar yang sangat Fundamental dalam bermain Drum yang diaplikasikan dalam Permainan kedua Tangan maupun Kaki. Rudiment Dasar Meliputi: Single Stroke, Double Stroke, Paradiddle, Flam, Drag & Roll. Kali ini kita akan membahas rudiment yg pertama yaitu: Single Stroke. Single stroke adalah rudiment yang bisa jadi paling umum sekaligus paling sering dimainkan. Khususnya ketika melakukan rovle atau fill in. Adapun pattern single stroke adalah RLRL RLRL RLRL RLRL dst. 
(Note: R = Right = Kanan; L = Left = Kiri) 
Single Stroke memiliki penggunaan yang sangat luas & hampir tidak terbatas. Apalagi jika dilatih dengan benar lalu ditambahkan aspek penunjang misalnya: nilai not yang berbeda2, Aksentuasi atau Dinamika, Placing, dsb. Untuk rovle menggunakan Single stroke saja bisa menghasilkan banyak sekali variasi,misal: lakukan rovle dengan not 1/16 tapi tangan kiri tetap di snare sementara tangan kanan “berekreasi” ke tom. Bisa juga dilakukan sebaliknya. Atau variasi dinamika dimana not yang diberi aksen berpindah2 ke tom & cymbal. 
Atau variasikan dengan not triplet, sixtuplet, double tempo, etc. 
Single stroke juga bisa diaplikasikan kaki untuk menunjang permainan double pedal. Nah walaupun simple ternyata single stroke menyenangkan bukan?? Selamat berlatih & bereksplorasi :) 

Salam Drummer, 
Andre “Tex” Jonathan 
@tex_jonathan @forthboxx

Drum Article: Bakat Vs Kerja Keras

Selalu ada Diskusi tak berujung tentang Mana yg lebih penting?? Bakat atau Kerja keras? Hal ini selalu menarik untuk dibahas seolah2 Bakat & Kerja keras (atau Latihan) adalah hal yang bisa saling menggantikan. Tentu saja urusan Drumming pun tidak luput dari hal ini. Seringkali terdengar pernyataan seperti ini: “Wajarlah Drummer A bisa jago gitu, udah BAKAT keliatan dari kecil” atau “Wajarlah dia maennya bisa hebat seperti itu, jam LATIHAN-nya gila - gilaan” Nah, jadi mana yang benar?? Mana yang terpenting?? Bakat atau Latihan ??Well, Saya akan coba memberikan perspektif saya tentang bahasan yang sangat populer ini.Saya suka mendefinisikan bakat sebagai “Sebagian dari Pribadi-Nya” yang khusus & sengaja diberikan TUHAN sang Maha Pencipta pada manusia ciptaannya untuk tujuan yang dikehendaki-Nya.Menurut saya, Bakat & Kerja keras adalah hal yang sama pentingnya. Bakat tidak akan bisa menggantikan kerja keras, begitupun sebaliknya. Malahan bakat & kerja keras haruslah saling mendukung. Bakat -Talenta,Karunia,apapun sebutannya- adalah sebuah “MODAL AWAL yang HARUS ADA”. Besar kecilnya bakat tiap orang pastilah berbeda2. Walaupun kecil, modal awal yg disebut bakat ini MUTLAK harus dimiliki !!! Karena kalau ga punya bakat di bidang ini, kerja keras latihan seperti apapun akan sia-sia, tidak akan ada artinya. Karena yang nantinya akan dilatih ya Bakat itu sendiri, kalo ga ada bakat, apa yang mau dilatih?? Teori umumnya adalah seperti ini: “Semakin sedikit bakat alami-mu maka semakin banyak latihan & kerja keras yang harus dilakukan” dan hal ini berlaku sebaliknya. Tapi memang harus diakui bahwa ada orang2 yang dilahirkan dengan Bakat yang cemerlang & kadang membuat iri Orang2 berbakat hebat ini bisa dengan mudahnya memainkan part yang rumit bagi banyak orang hanya dengan “sedikit latihan”. Bahkan tak jarang bakat mereka sudah berpendar dalam usia yang masih sangat belia. Misalnya Dennis Chambers yang sudah mulai bermain di Jazz Club sejak umur 6 tahun.Tapi tak jarang bakat juga bisa muncul “Terlambat”. Misalnya: Akira Jimbo -Casiopea- salah satu Drummer Asia yang paling berpengaruh di dunia ternyata baru mulai bermain drum saat usianya menginjak 18 tahun. Atau Chris Adler, Drummer dari Lamb of God yang baru mulai bermain Drum saat usianya sudah 26 tahun. “Keterlambatan Start” tidak serta mengubur mereka. Kombinasi antara Bakat, Ketekunan & Kerja keras terbukti mampu menjadikan mereka sebagai Drummer terkemuka saat ini. Ingatlah bahwa standar kerja keras tiap orang juga berbeda2. Waktu latihan kadang berkaitan dengan “Kesempatan”. Contohnya begini: 7- 8 tahun lalu saya bisa berlatih 2 - 6 jam perhari, tapi sekarang dengan begitu banyak kesibukan untuk bekerja demi mencari nafkah, tentu saja saya tidak mungkin meluangkan waktu sebanyak itu. Sekarang saya punya tanggung jawab untuk meringankan ekonomi keluarga, secara keluarga saya bukan keluarga yang cukup mampu secara finansial. “Kesempatan” saya latihan saat ini tidak sebanyak orang yang mungkin punya Waktu & Finansial yang relatif lebih baik Atau sering orang berkata: “Saya merasa saya berlatih cukup banyak, tapi sepertinya kemajuan saya tidak sebanyak yang saya harapkan”. Well sekali lagi kemajuan orang pasti berbeda-beda. Kadang kita bahkan tidak menyadari kemajuan kita sendiri. Biasakan merekam permainanmu sendiri, di masa depan saat kamu kelak mendengarkannya, besar kemungkinan kamu akan tersenyum. Tersenyum karena kamu akhirnya mengetahui betapa jauhnya ternyata kamu sudah melangkah maju. Mungkin saja Kemajuan yang kamu harapkan adalah “Bisa bermain spektakuler seperti Drummer tertentu”. Well, kadang hal itu tidak bisa terjadi semudah itu. Waktu sangat terbatas sementara bahan latihan hampir tak terbatas. Mustahil menguasai semuanya, jadi bijaklah menentukan apa yang kamu perlukan untuk permainan drum-mu.Sorry to say, Belum tentu hasil latihan kerasmu bisa membuatmu bermain seperti mereka. Mungkin bisa, mungkin juga tidak. Jangan selalu melihat terlalu jauh ke atas. Terpenting adalah jadilah dirimu sendiri, Terbaik semampumu. Mainkan & ciptakan musik yg bagus.Sebagai penutup ijinkan saya mengutip perkataan seorang musisi yang sangat saya kagumi, yaitu Maestro Jazz Herbie Hancock. Beliau berkata: “Saya sadar bahwa saya bukanlah musisi jenius seperti Charlie Parker, Oscar Peterson, Ray Charles ataupun Miles Davis. Sebab itu saya hanya mencoba bermain sebaik mungkin dengan kemampuan saya, menciptakan karya2 yang jujur, mungkin saja dengan cara itu saya bisa menjadi Musisi yang Legendaris”. Kini dengan deretan penghargaan -termasuk Grammies- & pengakuan dunia, jelaslah bahwa Herbie adalah salah satu musisi paling legendaris di jaman ini.Saya pribadi bukanlah Drummer yang hebat, berteknik spektakuler ataupun berkecepatan super. Saya tau saya ga terlalu berbakat, makanya (dulu) saya menghabiskan banyak waktu untuk berlatih semaksimal mungkin semampu saya supaya saya bisa menjadi “The One & only Andre “Tex” Jonathan ever.. The best Myself ever..”

Salam Drummer,

Godspeed@tex_jonathan

Drum Article: Attitude

Walaupun jaman sudah berkembang tetap ada pertanyaan klasik yg cukup menggelitik tapi cukup penting & menarik untuk dijawab, yaitu: “Bagaimana cara menjadi Drummer yang baik ?? “
Pertanyaan yang pastinya tidak bisa dijabarkan dengan sepatah dua patah kata sederhana saja. Tapi sebisa mungkin saya akan mencoba mengutarakan persepsi pribadi saya tentang Drummer yg baik.
Secara Teknis saya sudah membahas beberapa pandangan saya tentang Drummer yang Baik pada artikel2 sebelumnya. Pada kesempatan kali ini saya akan membahas dari sisi non teknis. Sesuatu yang juga sangat penting & tentunya tidak bisa disepelekan. Hal itu bernama “Attitude” atau Sikap. Sikap - yang Baik & Profesional tentunya- tidak terlahir secara otomatis. Seringkali sikap tidak berjalan selaras dengan perkembangan skill. Banyak Drummer yang luar biasa dikenal memiliki Attitude yang tidak cukup baik untuk diteladani contohnya saja: “The Greatest” Buddy Rich. Begitu banyak cerita tentang sifat susah diatur dari salah satu “Bapak Drummer” ini. Tapi hal tersebut jangan menjadi pembenaran buat kita jadi sengaja memiliki Bad Attitude. Seenggaknya milikilah kemampuan & reputasi Buddy kalau mau memiliki Bad Attitude-nya :p
Saya sangat memahami bahwa setiap kita pasti memiliki ego & sifat2 yang buruk & secara natural mengikuti kita. Apalagi kita sebagai orang2 yang punya “taste of art” yang tinggi. Secara umum kita kemungkinan jauh lebih sensitif & emosional dibanding orang biasa. (Yes, We’re Special indeed :p)
Tapi dalam bermusik, terkadang ada beberapa situasi yang mengharuskan kita untuk mengesampingkan ego kita demi kepentingan yang lebih besar & mungkin tanpa kita sadari demi kebaikan kita sendiri.
Well, ada beberapa tips tentang Attitude -sebagian besar berdasar pendapat & pengalaman saya pribadi- yang akan saya bagikan, yang hopefully bisa menolong kita menjadi Drummer yang semakin baik.

1.Rendah Hati

Lebih tepatnya milikilah kerendahan hati yg tidak berpura2. Berbicara tentang kemampuan diri sendiri terlalu banyak bisa menjadi sangat menyebalkan buat mereka yang mendengarnya terlebih jika kamu belum mengenal mereka terlalu lama.
Lebih baik bermain sebaik2nya lalu biarkan mereka yang menilai kualitas permainan kita :)
Kalau memang kita sebagus itu, cepat atau lambat orang akan memberikan pujian atasnya.
Rendah hati juga berarti kita terbuka untuk setiap masukan untuk permainan kita.

2.Percaya Diri

Percaya Diri tidak bertentangan dengan Kerendahan Hati. Juga tidak berarti kita menjadi ceroboh & tidak waspada. Percaya Diri berarti kita mempunyai keyakinan yang objektif terhadap kemampuan kita. Jujurlah terhadap kekurangan & kelebihan kita. Jangan paksakan diri bermain melampaui kemampuan kita hanya demi mengesankan orang. Drummer yang rileks karena Percaya Diri akan bermain lebih baik dibanding Drummer yang tegang & kaku & menularkan kepercayaan dirinya kepada rekan2. Jangan lupa bahwa penonton pasti akan menyukai Drummer yang terlihat Percaya Diri

3.Siap Tempur & Profesional
Kepercayaan Diri lahir dari Kesiapan. Baik kesiapan teknis, mental maupun hal non teknis lainnya.
Ingatlah bahwa Drumming adalah sesuatu yang serius !!! Benar ini bagian dari Ekspresi Seni tapi tetap ini sesuatu yang menuntut keharusan untuk dilakukan secara serius & profesional !!!
Pastikan apakah kamu sudah menguasai lagu2 yang akan dimainkan?? Apakah kamu siap sepenuhnya untuk memainkannya?? Apakah kamu sudah membawa peralatan yang kamu perlukan ?? Bagaimana dengan Kaus ganti, Handuk, Permen, Stik Cadangan, Memo ?? Jangan lupa Atur waktumu sebaik2nya agar bisa datang tepat waktu untuk Check sound & beristirahat sejenak. Tentu saja kesiapan ini harus dibiasakan bukan hanya pas manggung atau rekaman tapi juga latihan.
Jangan lupa untuk bersikap ramah & sopan kepada semua crew & tentu saja audience :)

4.Terus Belajar & Berkembang
Selama masih ada waktu teruslah asah kemampuanmu. Pertajam kelebihanmu & -kalau memungkinkan- perbaiki kekuranganmu. Carilah guru atau mentor untuk mengajar. Belajarlah membaca partitur, bahkan membuat transkrip partitur sendiri. Kalau kekuranganmu ada pada tempo yang tidak stabil, berlatihlah dengan metronome atau minus one. Jangan takut ber-Investasi.. Baik Uang,waktu, dsb. Kalau melakukan kesalahan, evaluasi kesalahanmu lalu perbaiki.

Saya yakin bahwa artikel ini masih jauh dari sempurna. Masih banyak pendekatan & tips yang tentunya bisa ditambahkan. Tapi semoga tips yang singkat ini boleh membantu rekan2 drummer semua supaya bersama2 kita menjadi Drummer yang lebih baik

Salam Drummer,
Godspeed All,
Andre “Tex” Jonathan
\@.@/

Drum Article: Drummer Terbaik?? Mainkan Musiknya !!!

Drummer.. Sebuah kata yg bermakna lebih daripada sekedar “Orang yang bertugas memainkan Drumset”. Buat saya Pribadi Drummer adalah seorang Musisi, yang bertugas untuk menjadi “Penjaga Tempo” sekaligus “Fondasi Ritmis” suatu lagu (dalam hal ini bekerjasama dengan Bassist).
Jumlah drummer yang punya kemampuan teknis sangat baik saat ini meningkat pesat dibanding generasi sebelumnya. Hal yg wajar, Mengingat semakin mudahnya informasi & edukasi soal drumming yang semakin mudah diakses. Bahkan 7-8 tahun lalu ketika saya baru mulai mendalami Drum, akses kepada informasi masihh jauhh belum semudah saat ini. Harusnya kemajuan teknologi saat ini bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk memperlengkapi kita menjadi Drummer yang baik.
Tak bisa dipungkiri kalau Drummer2 saat ini telah mendapatkan pembekalan ilmu drumming secara “Resmi” melalui lembaga pendidikan musik yg menjamur saat ini dibanding dengan Drummer2 generasi sebelumnya.
Sangat menyenangkan melihat Drummer2 dengan usia relatif muda bermain dengan keterampilan teknis serta kecepatan yang memukau,tak jarang diiringi dengan sticktrick & sticktwirl yang lincah, serta kemahiran bermain menggunakan multi pedal di kaki. Perkembangan genre musik juga ikut mendorong lahirnya banyak “Pahlawan2 Baru” di bidang Drumming yang meng-influence anak2 muda untuk menjadi drummer, serta memberikan pilihan idola yang hampir2 ga terbatas. Tapi sangat disayangkan,selain melahirkan drummer2 berbakat tapi di sisi lain, kemajuan jaman juga melahirkan Drummer2 yang -maaf- kalau saya sebut “Kurang Sehat”. Saya pribadi menilai pengidolaan terhadap sosok2 tertentu di dunia drummer yang terlalu bersifat pengkultusan seringkali melahirkan Drummer2 muda yang berpandangan cenderung sempit. Mereka menganggap bahwa “Idola” mereka adalah Drummer yang bermain dengan “Cara yang paling Benar”. Sayangnya pada kenyataannya TIDAK AKAN PERNAH ADA yang namanya “Drummer Terbaik di Dunia”. Selera ataupun Kesukaan kita terhadap sosok tertentu sangatlah rentan dengan Subjektivitas tertentu. Tolong pahami bahwa Drumming bukanlah sesuatu yang bisa dilakukan hanya dengan 1 cara saja. Drumming seperti juga bermusik mempunyai begitu banyak genre, cara untuk memainkannya & juga pembenarannya masing2. Ada begitu banyak genre, groove serta drummer2 hebat di luar sana yg berhasil bermain musik dengan baik sambil membawa gaya khas masing2.
Bagaimana cara membandingkan Dennis Chambers (Santana/Recording/Session) yang fasih bermain hampir semua genre musik khususnya Jazz,Fusion,Latin dengan Travis Barker
(Blink - 182) yang begitu ekspresif & inspiratif bermain Punk ?? Atau menyimak kata2 Dave Weckl bahwa Ia tidak mampu untuk bermain dengan Stick Twirl seperti Thomas Lang. Mereka semua adalah drummer2 hebat yang telah berhasil mengembangkan gaya permainan mereka sesuai kesukaan, bakat & latar belakang yang berbeda2 pula.
Drummer yg baik bukanlah mereka yang semata2 memiliki kemampuan teknis yang baik, kemampuan reading sempurna, kecepatan melebihi pesawat supersonic, mampu memainkan beat2 rumit dalam sukat ganjil, dsb.
Kenyataannya bahkan Dennis Chambers yang legendaris tidak bisa membaca partitur !!!
Jangan salah persepsi, semakin banyak kemampuan teknis yang kamu kuasai, tentu akan memperlengkapi kamu menjadi drummer yg baik. Tapi hal tersebut tidak SERTA MERTA menjadikan kamu Drummer yang Baik. Ada banyak Faktor non teknis yang turut berperan dalam membentuk kemampuan drummingmu seperti Pengalaman, Mental, Kesiapan.
Satu hal yg pasti -sejauh pengamatan pribadi saya- “Drummer yang Baik” pastilah juga seorang “Musisi yang Baik”. Bukan berarti kamu harus memiliki kemampuan memainkan banyak alat musik lain. Tapi Drummer yang baik setidaknya akan mempunyai filosofi bermain “Mendahulukan Kepentingan Musikal” daripada Ego sebagai Drummer.
Berperan sebagai musisi jelas sebuah tingkatan yg lebih tinggi dripada sekedar menjadi pemain drum.
Bangunlah pikiran untuk bermain bersama sebagai sebuah band untuk “menciptakan sebuah musik bersama”. Jangan jadikan lagu sebagai sarana untuk melampiaskan egoisme drumming-mu.
Seringkali drummer yg belum berpengalaman, bermain “tidak pada tempatnya”, bermain terlalu berisik dengan tidak sesuai genre yang dimainkan. Bukannya berfokus menciptakan musik yang baik tapi malah menanti kesempatan untuk melepaskan “fill in rumit yang sudah dilatih” :)
Tak jarang akhirnya hal ini hanya menimbulkan kelelahan mental baik untuk rekan2 musisi yang bermain bersamanya, penonton & bahkan drummer ini sendiri.
Kuncinya adalah Dengarkan, Pelajari, Berlatih & Mainkan sebanyak2nya genre musik. Teramat Sangat banyak Drummer hebat dari berbagai macam genre musik !!! Hal ini membutuhkan Waktu, Ketekunan & TERPENTING “Kerendahan hati” dalam melakukannya. Saat ini saya sedang bermain dengan 2 band berbeda. Band pertama bermain genre Pop Rock/ Alternative sementara sebagai Additional player di band lainnya yg memainkan 80’s Ballad Rock. Saya tidak memaksakan gaya bermain drum saya di satu band ke band lainnya. Saya bermain dengan gaya yg berbeda di kedua band tersebut. Banyak orang berpikir saya sedang “menahan emosi” ketika bermain dengan backbeat yang simple. Pendapat itu sangat keliru, karena sesungguhnya saya selalu melepaskan emosi saya semaksimal mungkin dalam kadar yang tepat untuk musik yang sedang saya mainkan !!! Kalau lagunya membutuhkan Drumming yang simple, mainkan itu !!! Kalau membutuhkan permainan yang dinamis & cenderung rumit, berikan itu !!!
Utamakan musiknya.. Mainkan musiknya.. Saat bermain Rock, mainkan Rock beat yang mantap, Saat bermain Ballad, berikan nuansa yg tepat !!! Saat bermain Latin, bermainlah dengan Groove Latin !!! Mainkan beat yang tepat, fill in yang sesuai !!!
Jadilah “Bunglon” yang mampu beradaptasi dalam suasana yang berbeda2.
Mainkan musik sesuai kebutuhan, jangan paksakan gaya mainmu ke dalam musiknya apalagi kalau tidak cocok & lebih parah jangan pernah bermain melampaui kemampuanmu hanya untuk mengesankan orang !!! Hal tersebut tidak ada bedanya dengan berusaha memakai celana di kepala :D
Drummer yang memaksakan memainkan sesuatu diluar kemampuannya (entah belum atau “baru” saja dikuasainya) biasanya -lagi2- akan berakhir dengan kekacauan. Ingatlah teknik baru biasanya butuh waktu sebelum bisa terdengar wajar saat dimainkan. Bereksperimenlah sebanyak2 saat latihan pribadimu tapi saya tidak menyarankannya saat perform.
Saya sendiri sering memberi sedikit sentuhan saya pada drumming yang dilakukan drummer band sebelum saya, tapi fokus utama saya bukanlah bagaimana menunjukkan drumming saya. Fokus terutama tetap musiknya. Kalaupun saya melakukan perubahan, tetap saja saya akan cek ulang, sesuaikah perubahan yang saya buat dengan lagunya?? Apakah maksud dari lagu tersebut tersampaikan lewat drumming saya?? Apakah Drumming saya sudah membuat teman2 saya bermain lebih baik??
Ingatlah bahwa Drummer yang baik adalah mereka yang berhasil membuat rekan2nya nyaman & bahkan membuat mereka terdengar menjadi musisi yang lebih baik.
Serta tidak kalah penting miliki attitude yang baik - Sepertinya saya akan membahas ini di artikel tersendiri -

Salam Drummer,
Godspeed,
Andre “Tex” Jonathan
\@.@/

Drum-Article: Tips & Trik Recording yang Efektif

Recording !!! Sebagai musisi yang ingin maju tentu kita tidak bisa menghindari sesi rekaman. Baik sebagai personel band kita sendiri maupun musisi pendukung artis ataupun band lain. Mungkin buat anda yang membaca artikel ini & belum pernah menjalani sesi rekaman, kemungkinan ada 2 pemikiran yang bisa muncul yaitu entah anda menganggap “Rekaman itu Mudah” atau menganggap “Rekaman itu Menakutkan” 

Saya bersyukur sampai saat ini memiliki kesempatan u/ beberapa kali menjalani sesi rekaman di studio tentu saja dalam kapasitas saya sebagai Drummer & Saya akan mencoba membagikan pengalaman & perspektif saya tentang Drum Recording. 


Rekaman Studio itu ada 2 jenis yaitu “Rekaman Live” & “Rekaman Per-Track”. Rekaman Live adalah rekaman dimana seluruh band bermain & direkam secara bersama. Sementara “per-Track” para personel bermain & direkam sendiri2 & biasanya dimulai dari Drummer !!! Ini hal yang wajar mengingat fungsi Drummer sebagai Fondasi Ritmis,Tempo & Groove sebuah lagu 


Sesi rekaman studio gw terjadi sekitar akhir taun 2005, dmana saat itu Band saya hendak mengikuti lomba band di Bandung. Syaratnya membuat 2 lagu hasil rekaman studio. Nah saat itu akhirnya mulai cari2 info soal studio rekaman & pilihan akhirnya jatuh ke sebuah studio di daerah Cideng,Jakarta Barat. 
Ketika Diinformasikan bahwa sewa 1 shift tuh 7 jam (ada yg 6 jam juga tergantung masing2 studio), Drummer tak berpengalaman ini sempet bercanda knapa 7 jam ga sekalian buat bikin 10 lagu 
Well,Ternyata itu salah 1 candaan saya yg paling tolol, karena 5 setengah jam berlalu 1 lagupun blum jadi. Operator harus berkali2 menyetop rekaman karena: ‘belang’, ‘tempo lari’. Horor. Akhirnya terpaksa band kami harus menambah 1 shift lagi demi menyelesaikan rekaman itu. Tapi pengalaman buruk itu membuat saya menyadari kesalahan2 dalam sesi rekaman itu & membuat saya bertekad untuk tidak mengulangi kebodohan2 itu di waktu mendatang.


Saya menyimpulkan Hal terpenting untuk kita bisa menjalani sesi rekaman dengan baik sebetulnya Intinya hanya 1 Hal: KESIAPAN !!!
Sebaliknya “Ketidaksiapan” bisa membuat sesi rekaman kita menjadi mimpi buruk yang bahkan mungkin akan menimbulkan penyesalan. Ketidaksiapan juga akan berpengaruh pada hasil rekaman yang kurang memuaskan & tak jarang membuat kita harus mengeluarkan biaya ekstra u/ menambah shift, dsb.


Kesiapan mencakup “Kesiapan Fisik”, “Kesiapan Mental”, “Kesiapan Teknik & Musikal”. Hal2 ini sangat penting & tentu saja akan saling mendukung pada pelaksanaannya. Ketika akan menjalani sesi rekaman pastikan kondisi tubuh kamu memiliki energi tubuh yang cukup prima & fit.Yakinkan bahwa kita tidur & makan cukup (Jangan kurang atau Kelebihan).

Kondisi mental juga diusahakan harus rileks,Mood senang & tenang, jangan lagi BT, ataupun lagi berantem ama pasangan  krena pasti akan mempengaruhi proses rekaman kita. Relaks juga diperlukan krena tak jarang kita mengalami kesalahan. Saat diharuskan mengulang seringkali kita menjadi terburu2 & malah menjadi semakin salah. Itu kecenderungan yg alami 


“Kesiapan Teknik & Musikal” mungkin adalah hal yang sangat menarik untuk dibahas & saya akan coba bahas secara mendetail semampu saya 


Banyak orang berkata bahwa untuk berhasil dalam rekaman harus terbiasa sama metronome. Well,Pernyataan itu tentu ada benernya tapi tentu saja ga berhenti sampai disitu. Ketika kita merekam secara track, seringkali kita hanya bermain drum ditemani “click metronome” di telinga. Buat yg belum terbiasa tentu akan merasa bahwa hal ini ganjil & akibatnya susah berkonsentrasi ataupun gagal memainkan groove yg diperlukan lagu tersebut. Kunci Umumnya adalah sebisa mungkin kita harus sudah benar2 menguasai teknik2 dasar bermain pada tempo brapa saja & groove yg tepat. Nah spesifiknya kita harus sudah benar2 menguasai lagu yg mau kita rekam. Kita sudah menguasai groovenya, pattern instrumen lain, cara vocalist kita bernyanyi, lyrics lagu, dinamika atau “Ups and Downs” lagu tersebut, apa yg kita mau mainkan “part per part” (Intro, Verse, Chorus,Bridge,Interlude,Ending, etc), Fill In, Syncopation, dsb. Intinya kita sudah Benar2 MENGUASAI DENGAN PASTI Lagu tersebut. Supaya kita menguasainya sering2lah melatih lagu2 itu dengan teman2 band kita. Make a FIXED Arrangement. Make Sure bahwa “Everything about that Songs is Stick Like a Glue Inside your Head”. Jadi walaupun nanti rekaman hanya diiringi “Click metronome” tapi Imajinasi & feel kamu akan muncul mengiringi seolah2 kamu sedang bermain dengan band lengkap.
HINDARI melakukan perubahan2 di saat kita sedang merekam. Kebanyakan Ide Dadakan bukanlah Ide Brilian tapi hanya membuat Konsentrasi kita malah buyar & kacau. 


Saya menyarankan Datang lebih awal untuk melakukan penyesuaian dengan Atmosfer studio, Juga berkenalan & berbincang dengan Sound Engineer yg bertugas,krena hubungan kita dengan mreka akan sangat mempengaruhi hasil sound kita 
Datang lebih awal juga berguna krena seringkali Drum yang akan kita gunakan harus di-adjust settingannya & di-tune ulang & percayalah kalau kita tidak siap & terbiasa melakukannya, hal ini bisa memakan waktu & juga menguras energi yg tidak sedikit. Ditambah waktu u/ melakukan check sound,Preparation Miking, Recording Test bisa2 kita menghabiskan lebih dri 1 jam u/ hal ini saja. Jadi mohon perhatikan baik2 masalah pengaturan waktu ini ya.


Ingat bahwa Rekaman mempunyai atmosfer yg sangat2 berbeda dari bermain Live. Dsini semua details permainanmu akan tercatat (termasuk kesalahan2mu :p)
Dsini kamu harus bener2 bermain dengan power, tempo, groove yg solid & tepat. Sekali lagi Groove-mu adalah panduan bagi Instrumen awal & Fondasi buat keseluruhan Lagu. Jangan lupa untuk “Menghafal” berapa besar Power yg kamu gunakan. Jangan berlebihan & jangan “belang2” atau Loose. Dengan menghafal “Power” yg kamu gunakan, akan berguna saat kamu harus mengulang rekaman dengan cara “menyambung” secara digital.


Juga siapkan stik cadangan, baju ganti (klo keringetan),Jaket, Permen atau vitamin serta makanan & minuman kalau perlu. Krena sesi rekaman berlangsung cukup lama & tak jarang jauh dri tempat menjual makanan.


Ingatlah bahwa tentu saja “Tak Ada yg Bisa Menggantikan Pengalaman”. Semakin sering kamu menjalani sesi rekaman, maka kamu akan menjadi semakin baik & efektif. Bahkan pengalaman buruk di sesi2 rekaman pun bisa menjadi hal yg menolong kamu berkembang menjadi lebih baik nantinya.Pada sesi rekaman pertama saya menghabiskan 2 shift untuk merekam 2 lagu. Sesi berikutnya 6 lagu dalam 1 shift, lebih cepat tapi saya masih bermain “terlalu aman & hati2” sehingga hampir tak ada bedanya dengan digital drum. Sekarang saya rata2 hanya menghabiskan setengah sampai satu jam untuk merekam satu lagu. Bahkan baru2 ini saya pernah merekam satu lagu dalam tempo hanya 20 menit (termasuk check sound & checking hasil). Kita berkembang semakin baik lewat pengalaman 


Itu mungkin sebagian tips & trik yg bisa saya bagikan. Pastinya artikel ini jauh dari sempurna tapi saya harap artikel ini bisa menolong teman2 yg akan menjalani sesi rekaman pertamanya kelak.
Salam Drummer,
Andre ‘Tex’ Jonathan

Drum-Bio Series: Chuck Comeau (Simple Plan)

Well, Drum-Bio x ini, Saya akan membahas salah satu drummer yg telah memberi dampak secara langsung n signifikan pada permainan saya. 
Chuck Comeau adalah Drummer Simple Plan,Band Pop Punk asal Canada yg anggotanya terdiri dari cowo2 keturunan Perancis. Bukan hanya sebagai Drummer tapi bersama Vokalis Pierre Bouvier,Chuck adalah penulis u/ hampir semua lagu2 Simple Plan,sekaligus Penulis Konsep & Script u/ hampir semua Video Clip band ini. 
Chuck juga melebarkan sayap bisnisnya dengan mendirikan perusahaan kaos yg mengusung label: “Role Model” 
Dilahirkan dengan nama asli Charles-André Comeau pada 17 September 1979. Chuck dikenal karena permainannya yg simple, bertenaga dan menyimpan daya ledak yg luar biasa. Drummingnya yg Tegas mampu memberi inspirasi n nuansa ritmis yg tepat pada lagu2 penuh semangat ala Simple Plan. 
Selain itu Ia juga seringkali memainkan lick yg secara ritmis berbarengan dengan ritmik lagunya. Hal ini mungkin berkaitan dengan perannya sebagai penulis lagu2 di band itu. 
Kata2 pembukaannya saat diwawancarai Modern Drummer yg menampilkannya sebagai cover majalah mreka:”..Tanpa bermaksud mengecilkan semangat para pembaca, tapi sejujurnya saya bukanlah drummer yg terlalu teknikal..” :) 
Chuck juga dikenal dengan fill roll dinamis yg dimainkan di snare drumnya, dri lembut sampai klimaks :p 
Jangan lupakan Syncop + Break yg mantab. 
Suara snare Chuck adalah salah satu yg terbaik n sangat saya sukai -dry,sangat fokus dengan pitch yg short- 
Chuck Menggunakan DW Drumset 5pcs - yg belum saya ketahui serinya- Zildjian cymbals,serta head Evans. 
Bbrapa karya drumming Chuck yg layak disimak adalah: 

“I’m Just the Kid” 
Awal dri kesuksesan. Lagu penuh semangat bertempo sedang. Pukulan penuh ritmik Chuck dimulai sejak reff pertama. Des Des Tak Des - I’m Just a Kid.. Denger juga pas lirik reff-nya “..cos I’m alone and the world is..” 
Kmbali ke verse dan ia bermain di floor tom bukannya hi-hat. Cara yg cerdas u/ mencuri perhatian. Lalu roll yg aksennya semakin keras itu di interlude. 
Oiaa Video klipnya juga kocak ;p 

I’m Just a Kid 
http://www.youtube.com/watch?v=_GOR5gvQwDI&list=PLD29F2E40FC3E9E72&index=86&feature=plpp_video 

I’d Do Anything 
Lagu yg Enerjik, verse diawali dengan Chuck memainkan flam di snarenya & sumpahh sound snarenya kerenn abiss !!! Teknik Roll di Snare itu kembali dimainkan, lebih lama, lebih jelas n lebih klimaks dri “I’m Just the Kid” 
Video Klip yg kreatif sekaligus promosi u/ label “Role Model” Chuck :p 

I’d do anything 
http://www.youtube.com/watch?v=H2M7zo8ZziE&feature=BFa&list=PLD29F2E40FC3E9E72&lf=plpp_video 

Addicted 
Beat di lagu ini mungkin bisa disebut Punk Shuffle. Sekali lagi ritmis cerdas khas Chuck bisa dirasakan di sepanjang lagu khususnya di reff. Dy memainkan ride sepanjang reff, sesuatu yg cukup langka dijumpai di musik pop punk. Perhatikan di video klipnya ad part dimana salah satu stick Chuck terlempar n dy cuek aja lanjut maen sambil ngambil stick cadangannya :D 

Addicted 
http://www.youtube.com/watch?v=qvpNa5O-0-8&feature=BFa&list=PLD29F2E40FC3E9E72&lf=plpp_video 

Perfect 
Drumming yg keras pada intro, lembut pada verse n tanpa drum pada bagian pertama Reff,serta lembut pada bagian kedua reff :D Cerdass !!! 2 putaran sama seperti itu lalu menggila secara ritmikal di tom2 saat Interlude lalu?? Hajar abiss di reff terakhir sampai ending 


Everytime 
Maw belajar bikin ritmik yg kompak sama bandmate?? Check this song. Khususnya mulai verse ke dua :)

One 
Ini komposisi yg keren.Chuck bermain2 dengan ritmikal. Bagian2 awal seolah dy memainkan beat ini dengan menahan diri.Tetap solid tapi semua tau Ia siap meledak !!! Interlude dengan syncope diisi oleh 2 model fill in yg pertama simple n sixtuplet fill di fill ke 2. Lalu bermain dengan beat penuh di akhir lagu. Ini lagu keren abis. Oia string di lagu ini mengingatkan pada Ari Lasso-Mengejar Matahari :p 

Jet-Lag 
Dan inilah hits terbaru mreka. Pukulan 1/16 not pada hi-hat di bagian reff. Sangat kreatif n catchy. Mreka membuat brbagai versi klip ini berkolaborasi dengan bbrapa artis misalnya Natasha Bedingfield, Marie-Mai (Prancis), Kotak (Indonesia), 
http://www.youtube.com/watch?v=ntSBKPkk4m4&feature=BFa&list=PLD29F2E40FC3E9E72&lf=plpp_video 

Masih ada bbrapa hit mreka yg layak didengarkan misalnya: My Alien, One Day, Welcome to My Life,You Suck at Love, Your Love is Just a Lie, Save You (Didekasikan u/ penderita Kanker di seluruh dunia), juga Untitled (Drummer manapun pasti bisa mengiringinya :p) 

Kesimpulannya Chuck adalah Rocker yg terhitung cukup rapi saat bermain drum. Drummer yg punya konsep sangat jelas saat bermain yg mengedepankan ide2 sederhana tapi memberikan ciri khas tersendiri. Sekian tentang Chuck & sampai berjumpa dalam seri #Drum-Bio saya berikutnya.. 
Godspeed, 
Tex_jonathan

Drum-Bio Series: Caroline Corr (The Corrs)

Gw akan memulai #DrumBio seri 1 dengan membahas salah satu drummer wanita yg mungkin sudah agak terlupakan..

Kamu yg lahir sekitar awal 90an mngkin belum smpat menyaksikan kepiawaiannya n keindahan musiknya

But seriously you should watch their videos !!! Video clip and also their live performance..

Caroline Georgine Corr, (baca Kèr-e-lain) lahir tgl 17 Maret 1973 di Dundalk, County Louth,Irlandia 50 mil di utara Dublin

Caroline dikenal sebagai Drummer dari Kuartet Bersaudara beraliran Celtic Folk Rock: The Corrs. Selain bermain drum, Caroline juga memainkan Perkusi, bodhrán (sejenis tetabuhan khas Irlandia) sekaligus pemain piano yg handal.

Corrs beranggotakan -dari yg tertua- Sharon Corr (Biola,Violin,Vocals), Yg Paling Ganteng: Jim Corr (Piano,Gitar,Keyboard,Vokal) serta sang vokalis utama yg juga bermain Thin Whistle: Andrea Corrs . FYI: Andrea ini bener2 sangat2 cantikk.

Seperti semua saudaranya,Caroline diajari piano oleh ayahnya,Gerry sejak masih sangat muda. Dy juga mempelajari bodhrán dengan menonton musisi tradisional Irlandia yg memainkannya.
Kedua orang tuanya Jean & Gerry, bermain musik Ballad & Folk bersama band setempat bahkan membentuk band bernama “Sound Affair” dmana Jean bernyanyi dan Gerry bermain keyboards. Jelaslah bahwa Caroline dan saudara2nya sudah “teracuni” musik sejak usia yg sangat muda. Bahkan mreka ikut bepergian dalam travel-car bersama orang tuanya.

The Corrs dikenal di Indonesia pada sekitar akhir 90an smpai taun 2000an pertengahan.
Bbrapa hits mreka yg begitu terkenal misalnya: “Only When I Sleep”, “Runaway”,”What Can I Do”,”Don’t Say You Love Me”, “Radio”, “All the Love in the World”,”So Young”,”Breathless”, “One Night”,”When the Stars Go Blue” (feat Bono U2”) dll..
Kalau diperhatikan Caroline mempunyai gaya drumming yg khas yaitu perpaduan groove yg simple,luwes & solid. Walaupun simple,Fill-in yg dilakukannya tak jarang terasa begitu hidup n bernyanyi..
Sangat terasa bahwa Caroline adalah seorang musisi bukan sekedar drummer. Disamping kemampuannya bernyanyi & bermain piano dengan sangat baik. Bahkan ia turut bernyanyi sambil bermain drum :)
Kamu harus mendengarkan harmonisasi suara mreka, Awesome !!!
Ia juga dikenal karena Ritmik Body Movement yg khas saat bermain drum,
Terkesan Powerfull tapi tetap Sexy

Bberapa lagu dmana Drumming Caroline perlu disimak adalah:

“Love to Love You” Single yg manis diisi drumming yg elegan n sweet oleh Caroline:http://www.youtube.com/watch?v=uePic9fRxTI

 ”Only When I Sleep” Single yg membuat The Corrs mulai dikenal di Indonesia,fill in khasnya bisa didengarkan saat memasuki reff :http://www.youtube.com/watch?v=k6BU6Nb_vDM

“Runaway” sebuah lagu berirama 6/8 yg kuat nuansa pilunya mampu dihidupkan dengan baik oleh pukulan khas Caroline :http://www.youtube.com/watch?v=-pfbZo8o-Hg

Di bbrapa konser termasuk album “Unplugged” (recomended) Corrs memainkan lagu ini versi akustik dengan Caroline memainkan piano,klo liat video-nya anda boleh tertawa melihat Caroline melakukan kesalahan saat jarinya slip di ending :p http://www.youtube.com/watch?v=lrlAXGMaZMw

“What Can I Do” Perhatikan dinamika drumming dri Caroline yg dimulai sejak selepas reff pertama: http://www.youtube.com/watch?v=6wTHjYcsdQ0&list=PLD29F2E40FC3E9E72&index=99&feature=plpp_video

“So Young” menampilkan permainan pattern 1/16 yg manis pada hi-hat serta beat yg mantab pada bass drum serta fill2 yg akurat: http://www.youtube.com/watch?v=0n2V8YouPhg&feature=BFa&list=PLD29F2E40FC3E9E72&lf=plpp_video

“When the Stars Go Blue” Corrs berduet dengan pentolan U2 Bono di single ini, hasilnya sangat maniss.. :)
Perhatikan versi [V]-channel unplugged dmana saat musik break menyisakan drum Caroline tidak memainkan fill-in melainkan hanya beat tapi justru effectnya terasa sangat kuat: http://www.youtube.com/watch?v=D0BmzbWg85g&feature=BFa&list=PLD29F2E40FC3E9E72&lf=plpp_video

“Breathless” Single yg diawali dengan desahan sexy Andrea ini :p sekali lagi menunjukkan kepiawaian drumming yg solid n tegas:http://www.youtube.com/watch?v=f8lZuGaeoyA&feature=related Simpulkan sendiri suaranya Andrea sexy ataw nggak yaa… :p

“Irresistible” mampu bermain beat dance yg tegas tapi mampu mengimbangi keseksian suara Andrea? Dengerin Fill in di awal lagu Irresistible, agak odd nuansanya.. plus “Goyang” banget beatnya… :D Listen this one :) http://www.youtube.com/watch?v=z4ki1_TEwsw


“All the Love in the World” Ost dri America’s Sweetheart Diawali dengan Harmonisasi suara dari 3 saudari ini.. Intro yg tepat untuk lagu yg indah :) sekali lagi dengarkan fill-in khas Caroline menjelang interlude:http://www.youtube.com/watch?v=yhg3lBGFeac&feature=BFa&list=PLD29F2E40FC3E9E72&lf=plpp_video

juga dengarkan versi akustik dri konser Live at London,Sweet abisss: http://www.youtube.com/watch?v=7c-zUKi5lKc&feature=bf_next&list=PLD29F2E40FC3E9E72&lf=plpp_video

Tak jarang di setiap konsernya Corrs memainkan musik2 Tradisional Irlandia, dengarkan n menarilah :D

http://www.youtube.com/watch?v=fQ8B-Wl_trQ

Another Irish Folk called “Toss the Feathers”: http://www.youtube.com/watch?v=9-awvWnqNvc

This Celtic Instrumental is one of my Fave:Lough Erin Shore http://www.youtube.com/watch?v=VpXAtVLuw1E

Gw inget sempet bbrapa x ngiringin Pemberkatan Nikah n maenin lagu ini bukannya “Wedding March” :p

Oiaa di Lough Erin Shore versi Corrs kamu juga bisa menyaksikan Caroline ber-Solo Drum.. Dan sekali lagi Ia mamainkannya dengan indahh

Pada Agustus 2002 Caroline menikahi Frank Woods,setelah berpacaran sejak lama di Mallorca, Spanyol. Kini ia sudah dianugerahi 3 anak Jake,Georgina dan Rihann

Pernikahan n khususnya kehamilannya membuat Caroline mengundurkan diri dri dunia bermusik

Caroline dan saudara2nya menerima gelar kebangsawanan MBE’s dari Ratu Elizabeth II atas jasa2 mereka dalam bidang musik serta rangkaian kegiatan amal yg mreka lakukan

Kesimpulannya Caroline bukanlah seorang drummer yg punya speed, teknik spektakuler ataupun solois yg hebat.
Tapi pastinya Caroline Corr adalah seorang drummer yg punya kemampuan menghidupkan musik dngan baik. Kemampuannya dalam memainkan multi Instrumen,bernyanyi serta pemahamannya akan musik menjadikannya salah satu drummer favorit saya.
Apabila Drummer diibaratkan sebagai jantung dan Motor Penggerak sebuah band,jelas Caroline Corr telah melakukan tugasnya dngan sempurna bersama The Corrs

Demikianlah #DrumBio saya yg pertama tentang Caroline Corr. Blog Drum-Bio yg pastinya sangat jauh dri kesempurnaan dan penuh subjektivitas.. Harapan saya Semoga Blog sederhana bisa menginspirasi & menginformasi kita semua

Godspeed..
Tex_Jonathan
@forthboxx @dfjindo